Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polda Jateng Antisipasi Kenaikan Kasus Covid di Jawa Tengah


Semarang - Perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah mengalami kenaikan di sejumlah kota. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Polda Jateng terdapat sejumlah kota dan kabupaten yang warganya positif Covid-19. 

Hingga senin (24/01) kemarin, tercatat penambahan 20 kasus positif baru di Jawa Tengah sehingga total jumlah kasus positif 180 kasus yang tersebar disejumlah kota dan kabupaten. 5 kasus tertinggi berada di Banjarnegara, Kendal, Klaten, Surakarta dan Semarang. 

Hal itu disampaikan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabid Humas Kombes Pol Iqbal Alqudusy pada Selasa, (25/01/2022). 

Menurutnya, hal ini menunjukkan provinsi Jawa Tengah juga rentan terdampak penyebaran varian baru Omicron. 

"Dengan masuknya varian Omicron di Jawa Tengah, kita tidak boleh lengah. Terbukti di sejumlah wilayah kasus positif mengalami kenaikan," ujarnya. 

Meski demikian, Kabid Humas memastikan bahwa ketersediaan tempat perawatan dan tenaga medis di Jawa Tengah masih sangat memadai. 

Berdasarkan data, jumlah ketersediaan _Bed Occupancy Ratio_ (BOR) sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi menunjukkan hanya sekitar 1 persen yang terisi pasien Covid 19. 

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah, Polda Jateng bersama stakeholder terkait terus berupaya mengakselerasi vaksinasi di wilayahnya. 

Hasil perkembangan akselerasi vaksinasi di Jawa Tengah telah mencapai 87,4 persen target penerima vaksin telah mendapat suntikan vaksin pertamanya. 

Sementara jumlah target penerima vaksin yang telah mendapat vaksinasi tahap 2 mencapai 65,29 persen. 

"Ada 56 gerai vaksinasi di wilayah Polda Jateng dan kita terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi melalui sistem jemput bola. Sasaran utama saat ini lansia yang mencapai 74, 33 persen dan anak usia 6-11 tahun yang mencapai 70 persen," ungkap Iqbal. 

Disebutkan juga bahwa di Jawa Tengah juga mulai dilaksanakan vaksinasi tahap 3 (Vaksin Booster) bagi masyarakat yang sudah menerima vaksin tahap 2 setidaknya 6 bulan yang lalu. 

Untuk menghadapi peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah, dirinya menghimbau kepada masyarakat di Jawa Tengah untuk tidak panik. Melalui peran serta dan kesadaran masyarakat, diharapkan bisa meminimalisir penyebaran varian baru Omicron. 

Dijelaskan juga bahwa Polda Jawa Tengah bersama stakeholder terkait terus berupaya melakukan berbagai langkah pencegahan dan antisipasi terkait penyebaran Covid-19 terutama varian Omicron. 

"Perintah Kapolda, agar seluruh satuan di wilayah perketat penerapan prokes serta lakukan tracing ketat di wilayahnya sebagai langkah antisipasi penyebaran Omicron di Jateng," ungkap Kabid Humas.